Mesin cuci adalah salah satu perangkat rumah tangga yang sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari. Namun, tanpa disadari, banyak kebiasaan kecil yang justru bisa memperpendek umur mesin cuci Anda. Meskipun terlihat sepele, kesalahan-kesalahan berikut bisa menyebabkan kerusakan serius pada komponen mesin cuci, hingga membuatnya harus diperbaiki atau bahkan diganti. Yuk, kenali dan hindari 5 langkah yang bisa bikin mesin cuci cepat rusak berikut ini.

  • Memasukkan Terlalu Banyak Pakaian Sekaligus

Banyak orang berpikir bahwa mencuci sekaligus dalam jumlah banyak bisa menghemat waktu dan listrik. Padahal, overloading atau memasukkan pakaian melebihi kapasitas mesin cuci justru bisa merusak motor dan suspensi tabung. 

Mesin akan bekerja lebih berat dari yang seharusnya, menyebabkan keausan lebih cepat, bahkan bisa menyebabkan mesin mati mendadak. Perhatikan kapasitas maksimum yang tertera di manual, dan usahakan mencuci dalam beberapa siklus jika cucian terlalu banyak.

  • Menggunakan Detergen Terlalu Banyak

Lebih banyak busa tidak selalu berarti cucian lebih bersih. Justru, penggunaan detergen yang berlebihan dapat meninggalkan residu di dalam drum mesin, pipa saluran air, dan sensor. Residu ini lama-kelamaan bisa menimbulkan bau tak sedap, membuat kinerja mesin menurun, dan bahkan memicu korosi pada komponen logam. Gunakan detergen secukupnya, dan pilih jenis yang memang khusus untuk mesin cuci, terutama untuk mesin cuci otomatis.

  • Tidak Membersihkan Filter dan Drum Secara Rutin

Mesin cuci bukan alat yang bisa bekerja tanpa perawatan. Kotoran dari pakaian, sisa deterjen, dan serat kain bisa menumpuk di filter dan drum. Jika tidak dibersihkan secara berkala, penumpukan ini bisa menyebabkan aliran air terhambat, menurunkan efisiensi pencucian, hingga menyebabkan kerusakan pada pompa. Pastikan Anda membersihkan filter minimal sebulan sekali dan lakukan pembersihan drum menggunakan pembersih khusus setidaknya dua bulan sekali.

  • Menutup Pintu Mesin Setelah Digunakan

Setelah selesai mencuci, kebanyakan orang langsung menutup kembali pintu mesin cuci. Padahal, kelembapan di dalam drum setelah proses pencucian bisa memicu pertumbuhan jamur dan bakteri jika tidak ada sirkulasi udara. Jamur tidak hanya menyebabkan bau tak sedap, tetapi juga dapat merusak karet pintu. Biarkan pintu mesin terbuka selama beberapa jam setelah mencuci untuk memastikan bagian dalam benar-benar kering.

  • Mengabaikan Getaran atau Suara Tidak Wajar

Jika mesin cuci mulai mengeluarkan suara berisik atau getaran yang tidak biasa, jangan anggap sepele. Bisa jadi ada masalah pada kaki penyangga, bantalan drum, atau bahkan motor penggerak. Mengabaikannya hanya akan membuat kerusakan bertambah parah. Segera hentikan penggunaan dan periksa penyebabnya. Bila perlu, hubungi teknisi profesional untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mesin cuci memang dirancang untuk tahan lama, tetapi tetap membutuhkan perawatan dan penggunaan yang tepat. Dengan menghindari lima kesalahan di atas, Anda tidak hanya menjaga mesin cuci tetap awet, tetapi juga menghemat biaya perbaikan dan energi. Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada memperbaiki. Ikuti berbagai informasi menarik lainnya di sini

 

Baca juga: Kunci Keberhasilan: 7 Tips Memahami Performa Mesin Cuci pada Bisnis Laundry

Baca juga: 7 Keunggulan Mesin Pengering Laundry Higienis!

Cek Youtube kami di: Youtube Saku Laundry