Dalam bisnis laundry, investasi terbesar biasanya terletak pada peralatan seperti mesin cuci, pengering, setrika uap, hingga mesin pelipat pakaian. Sayangnya, banyak pemilik laundry yang hanya fokus pada operasional harian tanpa memperhatikan perawatan jangka panjang. Padahal, usia pakai peralatan bisa diperpanjang secara signifikan jika dirawat dengan benar. Simak beberapa tips berikut tentang perawatan yang sering diabaikan namun sangat penting agar peralatan laundry tetap awet dan optimal.
Membersihkan Filter Secara Rutin
Salah satu kesalahan paling umum adalah lupa membersihkan filter mesin cuci dan pengering. Filter yang tersumbat oleh kotoran, sisa deterjen, atau serat kain bisa menyebabkan mesin bekerja lebih berat dan cepat rusak. Idealnya, filter dibersihkan setiap hari, terutama jika volume cucian tinggi.
Periksa dan Bersihkan Selang Air
Selang air pada mesin cuci sering kali luput dari perhatian. Padahal, penumpukan kerak atau kotoran bisa menyumbat aliran air, mengurangi efisiensi pencucian, atau bahkan menyebabkan kebocoran. Pemeriksaan bulanan dan penggantian selang setiap 1–2 tahun bisa mencegah kerusakan besar.
Jangan Overload Mesin
Mesin cuci dan pengering memiliki kapasitas maksimal. Memaksakan cucian yang melebihi kapasitas tidak hanya mengurangi efektivitas pencucian, tapi juga memperpendek umur mesin. Beban berlebih dapat merusak motor, bantalan drum, dan sistem penggerak lainnya. Patuhi batas beban yang direkomendasikan pabrik.
Gunakan Detergen Sesuai Takaran
Menggunakan detergen terlalu banyak tidak membuat pakaian lebih bersih, justru bisa meninggalkan residu di mesin yang menyebabkan korosi dan bau tidak sedap. Gunakan detergen sesuai takaran dan pastikan untuk memilih produk yang sesuai dengan jenis mesin (HE – high efficiency atau standar).
Kalibrasi dan Servis Berkala
Peralatan laundry sebaiknya dikalibrasi secara berkala untuk memastikan akurasi suhu, tekanan, dan kecepatan putaran. Mesin yang tidak dikalibrasi dengan baik bisa menghasilkan performa yang buruk dan konsumsi energi lebih tinggi. Jadwalkan servis rutin minimal setiap 6 bulan oleh teknisi profesional.
Selain itu, Anda juga bisa melakukan service ketika mesin sudah berada di batas maksimalnya dalam mencuci. Hal ini bisa diketahui melalui sistem IoT (Internet of Things) dari Saku Laundry, dimana sistem ini akan membantu Anda mengetahui berapa kali mesin cuci berputar.
Jaga Kebersihan Bagian Luar dan Area Sekitar
Debu, deterjen yang tumpah, dan kelembaban bisa mempercepat proses karat atau menyebabkan korsleting. Bersihkan bagian luar mesin dan jaga agar area sekitar tetap kering dan berventilasi baik. Ini juga penting untuk mencegah pertumbuhan jamur atau bakteri yang bisa berdampak pada kualitas cucian.
Matikan dan Cabut Listrik Saat Tidak Digunakan
Membiarkan peralatan terus terhubung ke listrik meski tidak digunakan dapat mempercepat kerusakan komponen elektronik. Biasakan untuk mematikan dan mencabut peralatan dari stop kontak saat tutup operasional. Hal ini juga langkah pencegahan terhadap lonjakan listrik mendadak.
Catat Riwayat Perawatan dan Perbaikan
Mencatat setiap kegiatan servis dan perbaikan dapat membantu mendeteksi pola kerusakan dan menentukan waktu ideal untuk penggantian komponen atau mesin secara keseluruhan. Catatan ini juga berguna bila ingin menjual mesin bekas dengan transparansi kondisi.
Peralatan laundry tahan lama bukan hanya soal kualitas mesin, tetapi juga bagaimana cara merawatnya. Banyak pemilik usaha mengabaikan hal-hal kecil yang justru berdampak besar dalam jangka panjang. Dengan menerapkan tips-tips sederhana namun sering diabaikan ini, Anda bisa menghemat biaya perawatan, menghindari downtime, dan memastikan bisnis laundry berjalan lancar tanpa hambatan. Perawatan bukanlah biaya, melainkan investasi.
Baca juga: Efisiensi dan Inovasi: Munculnya Peralatan Laundry Ramah Lingkungan
Baca juga: Kesalahan Perawatan yang Sering Terjadi pada Mesin Laundry dan Cara Menghindarinya
Cek Youtube kami di: Youtube Saku Laundry

Recent Comments