Memulai bisnis laundry terlihat sederhana. Cukup menyediakan mesin cuci, pengering, setrika, lalu menerima pakaian dari pelanggan. Namun, dalam praktiknya, ada banyak hal penting yang sering dilewatkan oleh pemula. 

Padahal, hal-hal ini kecil tersebut bisa berpengaruh pada kelancaran operasional, kepuasaan pelanggan, hingga keuntungan bisnis. Jika Anda sedang berencana membuka usaha laundry, berikut beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sejak awal. 

  • Tidak Menghitung Biaya Operasional Secara Detail

Kesalahan yang cukup sering terjadi adalah hanya menghitung biaya detergen dan listrik, tetapi melupakan biaya lainnya. Dalam bisnis laundry, biaya operasional dapat mencakup air, listrik, detergen, pewangi, plastik, kemasan, perawatan mesin, sewa tempat, gaji karyawan, hingga biaya penyusutan peralatan. 

Sebelum menentukan harga laundry, sebaiknya hitung seluruh biaya tersebut. Dengan begitu, harga yang ditentukan tidak hanya terlihat menarik bagi pelanggan, tetapi juga tetap memberikan keuntungan bagi bisnis. 

  • Menentukan Harga Hanya Berdasarna Kompetitor

Melihat harga laundry di sekitar lokasi memang penting. Namun, jangan menjadikan harga competitor sebagai satu-satunya patokan. Setiap laundry memiliki biaya operasional, fasilitas, kualitas layanan, dan target pelanggan yang berbeda. Harga yang terlalu murah bisa membuat margin keuntungan menjadi tipis, sementara harga terlalu tinggi tanpa memberikan nilai tambah dapat membuat pelanggan berpikir ulang. Tentukan harga berdasarkan biaya operasional, target keuntungan, kualitas layanan, dan kondisi pasar di sekitar lokasi usaha.

  • Tidak Memiliki Standar Operasional

Pakaian pelanggan bukan sekadar barang yang masuk mesin cuci. Setiap pakaian memiliki bahan, warna, dan karakteristik yang berbeda. Tanpa prosedur yang jelas, risiko seperti pakaian tertukar, warna luntur, pakaian rusak, atau pesanan terlambat bisa meningkat. Buat standar operasional sederhana mulai dari penerimaan pakaian, penimbangan, pencatatan, sortir, pencucian, pengeringan, penyetrikaan, packin, hingga pengambilan oleh pelanggan. Dengan SOP yang jelas, pekerjaan menjadi lebih teratur dan mudah dilakukan oleh karyawan. 

  • Melupakan Proses Sortir Pakaian

Sorting sering dianggap sebagai pekerjaan kecil, padahal tahap ini sangat penting. Pakaian sebaiknya diperiksa berdasarkan warna, jenis bahan, tingkat kekotoran, dan karakteristik lainnya. Pakaian berwarna yang mudah luntur sebaliknya tidak sembarangan dicampur dengan pakaian lain. 

Selain itu, perhatikan juga kondisi pakaian sebelum dicuci. Jika terdapat noda khusus, aksesoris yang mudah rusak, atau kerusakan sebelumnya, sebaiknya dicatat agar dapat ditangani dengan tepat.

  • Tidak Mencatat Pakaian Masuk dan Keluar

Kesalahan pencatatan dapat menjadi masalah besar ketia jumlah pelanggan mulai meningkat. Tanpa sistem pencatatan yang rapi, Anda bisa kesulitan mengetahui pakaian milik pelanggan, statu pengerjaan, jumlah pembayaran, atau tanggal pengambilan.

Karena itu, bisnis laundry membutuhkan sistem yang dapat membantu mengelola data pelanggan, transaksi, status cucian, hingga laporan usaha secara lebih teroganisir. 

  • Mengabaikan Perawatan Mesin Laundry

Mesin cuci, pengering, setrika uap, dan peralatan lainnya merupakan aset penting dalam bisnis laundry. Jangan menunggu mesin rusak baru melakukan perawatan. Bersihkan peralatan secara rutin dan lakukan pengecekan berkala. Perawatan yang konsisten dapat membantu menjaga performa perawatan sekaligus mengurangi risiko gangguan operasional yang dapat menghambat pekerjaan. 

  • Tidak Memperhitungkan Kapasitas Prosuksi

Mendapat banyak pelanggan tentu menyenangkan. Namun, apakah kapasitas laundry Anda mampu mengimbanginya?

Jika jumlah pesanan terlalu banyak dibandingkan kapasitas mesin dan tenaga kerja, waktu pengerjaan dapat menjadi lebih awal. Akibatnya, pelanggan bisa kecewa karena cucian tidak sesuai sesuai estimasi. 

Sebelum membuat banyak promo, pahami terlalu dahulu kapasitas produksi harian. Dari sini, Anda bisa menentukan batas penerimaan order dan estimasi waktu pengerjaan yang realistis.

  • Tidak Menentukan Target Pelanggan

Laundry kiloan, laundry satuan, laundry sepatu, laundry hotel, dan layanan laundry lainnya memiliki target pasar yang berbeda. Misalnya, laundry di dekat area kos-kosan mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan laundry yang berada di kawasan perumahan. Dengan menentukan target pelanggan sejak awal, Anda akan lebih mudah menentukan harga, jenis layanan, promosi, Lokasi, hingga gaya komunikasi dengan pelanggan. 

  • Menganggap Promosi Hanya Soal Diskon

Diskon memang bisa menarik pelanggan baru, tetapi bukan satu-satunya cara untuk mempromosikan bisnis laundry. Anda juga bisa menggunakan media sosial untuk membagikan tips perawatan pakaian, informasi layanan, promosi tertentu, testimoni pelanggan, hingga aktivitas di balik layar bisnis laundry. Tujuannya bukan hanya mendapatkan pelanggan baru, tetapi juga membuat pelanggan lama tetap mengingat dan menggunakan layanan laundry Anda. 

  • Tidak Menyiapkan Sistem untuk Mengembangkan Bisnis

Ketika jumlah pelanggan masih sedikit, mencatat transaksi secara manual mungkin terasa cukup. Namun, ketika bisnis berkembang, pekerjaan administrasi bisa menjadi semakin rumit. Mulai pikirkan sistem sejak awal agar bisnis lebih mudah dikelola dan dikembangkan. Sistem yang baik dapat membantu pemilik laundry memantau operasional tanpa harus selalu mengandalkan pencatatan manual. 

Memulai bisnis laundry bukan hanya tentang membeli mesin cuci dan menerima pakaian pelanggan. Ada banyak aspek yang perlu dipersiapkan, mulai dari menghitung biaya operasional, menentukan harga, membuat SOP, melakukan sortir, mencatat transaksi, merawat peralatan, hingga mengelola pelanggan. 

Semakin rapi sistem yang dibangun sejak awal, semakin mudah bisnis laundry dijalankan ketika jumlah  pelanggan semakin bertambah. Untuk membantu mengelola operasional dan administrasi bisnis laundry dengan lebih praktis, Anda bisa menggunakan Saku Laundry, sebagai aplikasi yang dirancang untuk membantu kebutuhan laundry agar pengelolaan menjadi lebih mudah, teratur, dan efisien.

 

Baca juga: Bisnis Laundry Rumahan Makin Ramai? Begini Cara Membuatnya Lebih Mudah dan Aman

Baca juga: Pelanggan Adalah Aset: 5 Cara Mengelola Database dan Riwayat Transaksi Laundry agar Bisnis Makin Lancar

Cek Youtube kami di: Youtube Saku Laundry