Dalam bisnis laundry, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh hasil cucian yang bersih dan wangi, tetapi juga oleh ketelitian sejak awal proses. Salah satu tahap paling krusial adalah persiapan sebelum memasukkan pakaian pelanggan ke dalam mesin laundry. Tahap ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan dan minimnya komplain. Dengan prosedur yang tepat dan dukungan teknologi, operasional laundry bisa berjalan lebih profesional dan rapi.
Periksa Seluruh Kantong Pakaian Pelanggan
Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah memeriksa seluruh kantong pakaian pelanggan. Benda-benda kecil seperti uang, tisu, kunci, atau struk belanja sering tertinggal dan berpotensi merusak pakaian maupun mesin cuci. Pemeriksaan ini juga menunjukkan sikap kehati-hatian dan tanggung jawab pihak laundry terhadap barang milik pelanggan.
Pisahkan Berdasarkan Warna dan Jenis Kain
Setelah itu, pakaian perlu dipisahkan berdasarkan warna dan jenis kain. Pakaian berwarna putih sebaiknya dicuci terpisah dari pakaian berwarna agar tidak luntur. Begitu pula dengan jenis bahan seperti katun, denim, atau bahan halus yang memerlukan perlakukan berbeda. Proses pemisahan ini bertujuan menjaga kualitas pakaian pelanggan agar tetap awet dan tidak rusak setelah dicuci. Untuk laundry kiloan mungkin hal ini tidak berlaku, karena dihitung berdasarkan kiloan, sehingga pegawai wajib menanyakan pelanggan untuk memberi tahu pakaian mana yang luntur atau perlu dicuci secara khusus.
Mengecek Nota Berat dan Nota Khusus
Tahap selanjutnya adalah mengecek noda berat atau noda khusus. Noda seperti minyak, tinta, atau daerah membutuhkan penanganan awal sebelum masuk mesin. Jika noda tidak dicatat atau diberi perlakukan khusus, hasil cucian bisa kurang maksimal dan berujung pada keluhan pelanggan. Pencatatan kondisi awal pakaian juga penting sebagai bentuk transparansi antara laundry dan pelanggan.
Memanfaatkan Teknologi untuk Membantu Operasional
Di sinilah peran teknologi menjadi sangat membantu. Mengelola pakaian pelanggan secara manual sering kali rawan kesalahan, terutama saat jumlah cucian banyak. Untuk mengatasi hal tersebut, aplikasi Saku Laundry menghadirkan fitur ‘Detail Pcs’ yang dirancang khusus untuk membantu pencatatan pakaian pelanggan secara rinci. Melalui fitur ini, petugas laundry dapat mencatat jumlah pakaian berdasarkan jenisnya, seperti berapa kemeja, celana, jaket, kaus, hingga pakaian khusus lainnya.
Fitur Detail Pcs sangat bermanfaat untuk menghindari selisih jumlah pakaian, yang sering menjadi sumber komplain pelanggan. Dengan pencatatan yang jelas sejak awal, baik pihak laundry maupun pelanggan memiliki data yang sama dan transparan. Hal ini meningkatkan kepercayaan pelanggan sekaligus menciptakan sistem kerja lebih tertib dan profesional.
Selain itu, pencatatan rinci juga membantu proses sortir, pencucian, hingga penyerahan kembali pakaian. Karyawan tidak perlu menebak atau menghitung ulang di akhir proses karena semua data sudah tercatat rapi di sistem. Bagi pemilik usaha, fitur ini memudahkan control operasional dan meningkatkan efisiensi kerja tim.
Melakukan langkah-langkah penting sebelum memasukkan pakaian ke mesin laundry adalah kunci menjaga kualitas layanan. Mulai dari memeriksa kantong, memisahkan pakaian, mengecek noda, higga kualitas layanan. Mulai dari memeriksa kantong, memisahkan pakaian, mengecek noda, hingga mencatat jumlah pakaian secara detail.
Baca juga: Layanan Unggulan Bisnis Laundry sebagai Strategi Meningkatkan Daya Saing
Baca juga: Standar Keberhasilan untuk Mencegah Jamur dan Bau pada Mesin Laundry
Cek Youtube kami di: Youtube Saku Laundry

Recent Comments